Akhirnya Pemerintah Bubarkan Ormas Anti Pancasila (HTI/FPI)

Jujur saya sudah bosan
ditanya “mengapa pemerintah membiarkan gerakan khilafah menentang
pancasila?” Tak terhitung sudah berapa kali, tak paham juga kenapa
mereka menanyakan ke saya hanya karena saya pernah foto dengan Presiden
Jokowi.
Sementara saya sendiri juga sempat bertanya-tanya mengapa gerakan ekstrimis penentang sistem demokrasi seperti difasilitasi?
Pengajian-pengajian HTI
sudah tidak bisa dimaklumi dengan alasan demokrasi. Orator mereka jelas
selalu melakukan upaya makar terhadap NKRI. Mereka menganggap hormat
pada bendera merah putih adalah dosa atau syirik. Melarang menyanyikan
lagu kebangsaan dan sebagainya. Mereka dengan terbuka menolak demokrasi
dan pancasila.
Pada banyak kesempatan,
ceramah pimpinan HTI juga sudah sangat mengkhawatirkan. Ada banyak
seruan “jihad” dengan suara menggelegar. Pada intinya mereka ingin
mengubah sistem demokrasi menjadi khilafah, apapun caranya.
Satu-satunya alasan
mengapa mereka sampai saat ini belum berontak atau perang terbuka,
karena mereka tahu jumlah anggotanya masih sedikit. Tak sampai 1% dari
WNI yang ada.
Inilah yang kemudian
membuat mereka gencar lakukan perekrutan kader-kader baru dengan beragam
modus. Bukan sekali dua kali saya mendengar cerita ziarah jebakan ala
HTI. Warga, umumnya ibu-ibu, diajak ziarah ke suatu tempat sekaligus
wisata gratis. Bus dan makan disediakan. Namun setelah sampai di lokasi,
ternyata acaranya ceramah atau pengajian HTI.
Setelah itu mereka
diberi buletin atau majalah tentang negara khilafah dan
menjelek-jelekkan pemerintah yang ada. Namun dari beberapa tulisan yang
saya baca, semuanya materi mentah yang sangat mudah dibantah, bahkan
cenderung gagal paham. Tapi semua hal tersebut dikemas sedemikian rupa
untuk membentuk persepsi bahwa negara demokrasi itu salah total, harus
dirubah ke sistem khilafah.
Kegiatan mereka selama
ini sudah cukup mengkhawatirkan. Cerita di atas adalah modus standar
yang saya yakin sudah diketahui oleh para pembaca sewordcom.
Namun satu-satunya
tindakan kongkrit pemerintah hanya mempersulit ijin keramaian. Meski
sudah sering kita serukan pembubaran HTI, atas nama demokrasi mereka
tetap eksis hingga hari ini.
Belakangan ada kabar
dari pemerintah melalui Mendagri Tjahjo Kumolo, beliau sudah memproses
pembubaran ormas yang anti pancasila.
“Saya tidak usah sebut
(nama ormas). Yang pasti sudah terang-terangan anti Pancasila. Pokoknya
ini ormas cukup besar,” jelas Tjahjo.
Di Indonesia ini, ormas
yang anti pancasila dan cukup besar hanya HTI dan FPI. Keduanya seperti
duren dibelah dua, tak sama sisi tapi bentuk dan isinya persis. Buat
saya, apakah FPI atau HTI yang akan dibubarkan, sama saja. Kalau bisa
dua-duanya sekaligus. Tapi kalau hanya satu, semoga selanjutnya sudah
bubar semua.
Efek Rusuh
Kita tau dua ormas ini
memiliki anggota yang cukup titik-titik dan kerap rusuh. Terutama FPI.
Jadi kalau nanti ormas mereka dibubarkan, hampir bisa dipastikan akan
ada demo dan rusuh kecil-kecilan.
Untuk itu, meski
Mendagri mengklaim sudah membubarkan ormas tersebut, namun beliau belum
bisa menyebutkannya secara terbuka. Saat ini Tjahjo Kumolo masih
berkomunikasi dengan Kejagung, Polri dan TNI sebelum mengumumkan
pembubarannya. Ini dimaksudkan agar semua elemen siap menghadapi respon
ormas anti pancasila yang dibubarkan.
Keberanian Jokowi
Sebelum ini kita sudah
berkali-kali melihat penenggelaman kapal secara terbuka. Seolah tak ada
takut-takutnya dengan negara tetangga. Kemudian pembubaran Petral,
pembekuan PSSI, hingga tembak mati pengedar narkoba.
Tak main-main, soal
tembak mati ini Presiden Jokowi mendapat banyak respon dari pimpinan
dunia. Australia dan Brazil sempat menarik duta besarnya. Bahkan
baru-baru ini, Jerman meminta agar Indonesia menghapus hukuman mati.
Namun dengan santainya
Jokowi menjawab “itu hukum yang berlaku di Indonesia dan masih akan kita
lanjutkan untuk memerangi narkoba.”
Lalu kini ormas anti
pancasila (HTI/FPI) yang siap diumumkan pembubarannya. Hal ini bukan hal
luar biasa, sebab sejak awal Presiden Jokowi sudah menunjukkan banyak
gebrakan perbaikan. Tapi apapun itu pembubaran HTI atau FPI akan menjadi
catatan tambahan tentang keberanian seorang Jokowi yang sangat luar
biasa. Tentu saja tidak bisa dibandingkan dengan SBY. Jauh. Jauh pake
banget, kayak langit dan sumur.
Kebijakan ini sekaligus
memberi tahu kita semua bahwa perhitungan pemerintah dalam membuat
kebijakan sangat hati-hati. Tidak grusa grusu. Dan semoga setelah ini
tidak ada lagi pertanyaan kapan HTI atau FPI dibubarkan?
Bersiap Merespon
Buat yang selama ini
sering bertanya dan mengharap ormas anti pancasila dibubarkan, sebaiknya
segera menyiapkan perencanaan dalam melawan opini publik.
Sebab begini, pembubaran
ormas anti pancasila ini dipastikan akan mendapat dukungan dari
tetangga sebelah, Koalisi Mabuk Permanen. Mereka akan berdiri bersama
kelompok ormas anti pancasila demi bisa menyerang pemerintahan Jokowi
JK.
Buruknya, serangan kali
ini bisa dari banyak pihak. Dari kalangan politisi, intelektual hingga
penjual sprei. Mereka akan teriak-teriak seperti anjing kelaparan atas
nama demokrasi.
Sebagai awalan, sebelum
nanti kita mendengar suara berisik mereka, mungkin sebaiknya saya mulai
dengan sedikit tantangan buat semua pembela ormas anti pancasila dan
demokrasi.
Jika benar kalian
menentang pancasila dan sistem demokrasi, tidak mau hormat bendera merah
putih dan mengakui pemerintah Indonesia, maka sebaiknya potong dan
buang KTP kalian, tak perlu pakai rupiah karena semuanya bagian dari
Indonesia. Enyahlah ke manapun kalian mau. Mungkin Israel adalah negara
paling cocok agar kalian bisa berjihad dan berperang, tidak hanya
koar-koar dengan daster putih.
Tapi jika kalian mau
menerima dengan damai dan bertaubat, menerima pancasila dan sistem
demokrasi, berjanji tidak makar lagi, pemerintah Indonesia juga akan
menerima dengan damai. Tapi tetap kalian harus dibubarkan agar tidak ada
lagi kegiatan-kegiatan makar anti pancasila.
Begitulah kura-kura.
@Pakar_Mantan
sumber: seword
sumber: seword
loading...
0 Response to "Akhirnya Pemerintah Bubarkan Ormas Anti Pancasila (HTI/FPI)"
Posting Komentar